Archive for March, 2010

SAJAK – Tetamu di Istana Negara

Saturday, March 20th, 2010
NOTA: Saya terjumpa sajak ini di salah satu yahoo forum. Semua kredit kpd penyajak seperti nama di bawah.

TETAMU DI ISTANA NEGARA

Seorang teman berbisik padaku
apalah ertinya bintang-bintang tersemat di dada
pada saat kita semakin dimamah usia
aku menjawab
penilaian Allah lebih teliti
kurniaan raja cuma sebagai simbol nostalgia
nanti anak-anak kita akan berkata
pada suatu ketika dahulu
ayah kita pernah mengadap raja
noktah.
Tika kamera tv menyorot penerima anugerah
temanku dan aku terus berbisik-bisik
daerah hidup yang sebentar dan mati yang menunggu
kedengaran nama kami disebut
penghulu istiadat
Datuk Pengelola Bijaya Diraja
ISTANA NEGARA
22.2.2000
Jam 11.00 pagi

SAJAK – Seorang Sufi Yang Menangis Di Tepi Perigi

Saturday, March 20th, 2010

Nota: Saya terjumpa sajak ini di salah satu yahoo forum. Semua kredit kpd penyajak seperti nama di bawah.


Seorang Sufi Yang Menangis Di Tepi Perigi

Seorang sufi menangis di tepi perigi yang telah kering
Air mata tidak bisa kering di pipi
Matanya dihunjamkan pada dunia yang parah
Ternyata air mata sufi tidak bisa merubah dunia
Tidak ada karomah pada satu kolah air mata
Apalah ertinya untaian tasbih di jari jemari yang longlai
Tidak ada sirna
Tidak ketemu yang fana
Dunia tidak mengambil pusing
Apakah doanya akan sampai ke sidratulmuntaha
Inilah sebuah melankolia mimpi siang
Sesedih al Hambra di Andalusia
Apakah sejarah akan berulang
Sebuah kebangkitan
Mukadimah dan bidayatil bidayah mula menyerlah
Al Mahdi dan Al Maseh sudang kian hampir
Qad iqtarabatissaah
Benarlah kiamat kian hampir
Para wali sedang bikin kerja
Yang tak terjamah mata
Kerana semua manusia dibutakan terhijab pandangan
mana mungkin “inkisyafah” terungkai.

Ramli Abdul Rahim

23 April 2002